Musim IBL 2026 menjadi salah satu musim yang paling ditunggu dalam beberapa tahun terakhir. Setelah IBL 2025 mencatat rekor baru dalam kompetisi, pertumbuhan penonton, serta engagement digital yang terus naik, liga kini memasuki fase yang lebih matang. Format turnamen yang kembali memakai sistem home-and-away, perpindahan pemain yang cukup masif, serta hadirnya banyak talenta lokal dan asing menjadikan musim ini penuh kejutan.
Berikut gambaran lengkap mengenai apa saja yang berubah, apa yang harus diperhatikan fans, serta siapa saja kandidat kuat juara IBL 2026.
1. Format Home-and-Away Berlanjut dengan Intensitas Lebih Tinggi
IBL kembali menggunakan format penuh home-and-away, yang sukses dua musim terakhir. Pada 2026, klub melakukan peningkatan fasilitas stadion, sistem tiket lebih terintegrasi, dan akan ada lebih banyak hiburan di arena.
Perubahan penting untuk musim ini:
- jadwal berlangsung dari 10 Januari hingga 28 Juni 2026
- lebih banyak pertandingan “big match” pada akhir pekan
- fokus pada pengalaman penonton di arena
Antusiasme penonton diprediksi kembali melonjak, mengingat peningkatan 110% year-on-year yang terjadi musim lalu.
2. Bursa Transfer Panas: Banyak Pemain Kunci Pindah Klub
Off-season jelang 2026 menjadi salah satu yang paling aktif:
- Reggie Mononimbar pindah ke Rans
- Andrew Lensun bergabung dengan Pelita Jaya
- Fhirdan Guntara membawa energi baru ke Bogor Hornbills
- Habib Titoaji resmi memperkuat Rans
- Will Jefferson menjadi asisten pelatih baru Kesatria
Perpindahan pemain ini langsung memengaruhi peta kekuatan liga. Banyak klub memperkuat role-player, shooter, dan bigman bertahan untuk mengikuti tren tempo permainan yang makin cepat.
3. Tren Permainan Baru: Pace Lebih Tinggi, Three-Point Lebih Banyak
Data dari musim 2025 menunjukkan peningkatan signifikan:
- 709 dunk dalam satu musim (rekor baru)
- 408 double-double (naik dibandingkan 2024)
- margin skor rata-rata turun (kompetisi makin ketat)
- kecepatan permainan meningkat
Musim 2026 diprediksi akan semakin eksplosif:
- lebih banyak fast break
- lebih banyak percobaan tiga angka
- bigman modern dengan kemampuan perimeter
- defense yang lebih agresif
Para pelatih kini mengutamakan rotasi lebih cepat dan kedalaman skuad.
4. Tim Favorit Juara IBL 2026
Berikut beberapa tim yang paling diperhitungkan:
Pelita Jaya Jakarta
Salah satu tim paling konsisten. Masuknya Andrew Lensun dan transfer lainnya membuat tim ini semakin dalam. Pelita selalu berbahaya di regular season dan playoffs.
Dewa United Banten
Juara bertahan 2025, memiliki chemistry kuat dan masih diperkuat pemain top seperti Lester Prosper dan Kaleb Gemilang. Mereka tetap menjadi kandidat utama mempertahankan gelar.
Satria Muda Pertamina
Meski banyak rotasi, Satria Muda selalu menjadi barometer liga. Fokus pada pembinaan pemain lokal membuat mereka tetap kompetitif.
Kesatria Bengawan Solo
Dengan tambahan coach Will Jefferson, performa Kesatria diprediksi meningkat signifikan. Mereka punya roster muda yang berkembang cepat.
Rans Simba Bogor
Dengan kehadiran Reggie Mononimbar dan Habib Titoaji, Rans menambah kedalaman dan energi baru. Potensi kejutan cukup besar.
5. Tim Dark Horse: Bogor Hornbills
Relokasi tim dan kedatangan Fhirdan Guntara membuat Hornbills menjadi salah satu tim yang paling menarik untuk ditonton. Energi, agresivitas, dan gaya bermain cepat bisa membuat banyak kejutan di musim 2026.
6. Apa yang Bisa Diharapkan Fans pada IBL 2026?
- pertandingan lebih kompetitif dari awal musim
- peningkatan kualitas siaran live streaming
- lebih banyak aktivitas digital dan interaktif
- peluang kejutan dari tim-tim menengah
- semakin banyak talenta muda mendapat menit bermain
- pengalaman nonton langsung yang lebih seru dan modern
Dengan semakin kuatnya komunitas basket Indonesia dan engagement digital yang mencapai 611 juta impresi di 2025, IBL siap memasuki era baru sebagai salah satu liga basket paling progresif di Asia.


