Dewa United Bangkit dari Defisit 24 Poin, Tumbangkan Hangtuah 83-75 di IBL GoPay 2026

Dewa United Banten mencatat kemenangan dramatis di awal IBL GoPay 2026 dengan membalikkan keadaan dari ketertinggalan 24 poin dan mengalahkan Hangtuah Jakarta 83-75. Laga ini juga menjadi momen spesial bagi Rio Disi yang resmi masuk 1.000 Points Club IBL.

Epic Comeback di Dewa United Arena

Dewa United Banten menunjukkan mental juara saat bangkit dari tekanan dan menundukkan Hangtuah Jakarta dengan skor 83-75 pada Rabu malam (14/1) di Dewa United Arena. Kemenangan ini terasa istimewa karena Dewa United sempat tertinggal hingga 24 poin di kuarter kedua, sebelum akhirnya membalikkan keadaan lewat pertahanan disiplin dan eksekusi yang lebih matang di babak kedua.

Bagi Hangtuah, kekalahan ini menjadi yang kedua dari tiga laga awal musim IBL GoPay 2026—hasil yang menyisakan banyak pekerjaan rumah, terutama dalam penguasaan bola dan konsistensi permainan.

Hangtuah Dominan di Babak Pertama

Hangtuah tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka memanfaatkan transisi cepat dan kesalahan-kesalahan kecil Dewa United untuk membangun keunggulan besar. Pada satu titik di kuarter kedua, Hangtuah unggul hingga 24 poin dan menutup first half dengan keunggulan 52-40.

Nicholas Hornsby menjadi aktor utama di paruh pertama dengan catatan 18 poin, 10 rebound, dan 3 assist. Dewa United tampak kesulitan mengontrol pergerakannya, baik di area paint maupun saat Hornsby menarik perhatian defense untuk membuka ruang bagi rekan setim.

Perubahan Ritme dan Kunci Kebangkitan Dewa United

Meski tertinggal jauh, tanda-tanda kebangkitan Dewa United mulai terlihat sejak kuarter kedua. Rio Disi, yang masuk dari bangku cadangan, memberi energi baru lewat agresivitasnya menyerang ring dan kepercayaan diri dalam mengambil tembakan.

Memasuki babak kedua, Dewa United mengubah pendekatan. Tekanan pada ball handler Hangtuah ditingkatkan, jalur passing dipersempit, dan rotasi defense dijalankan lebih disiplin. Hasilnya sangat terasa: Hangtuah hanya mampu mencetak total 23 poin di dua kuarter terakhir.

Dewa United akhirnya berbalik unggul di awal kuarter keempat dan menjaga keunggulan tersebut hingga buzzer akhir berbunyi.

Turnover Jadi Pembeda Utama

Salah satu faktor paling menentukan dalam laga ini adalah turnovers. Hangtuah melakukan 22 turnovers, yang berhasil dikonversi Dewa United menjadi 34 poin. Dalam pertandingan dengan tempo tinggi dan margin yang terus berubah, kesalahan penguasaan bola menjadi hukuman mahal.

Selain jumlah turnovers, dampaknya juga terasa pada transisi defense Hangtuah yang kerap terlambat kembali, memberi Dewa United kesempatan mencetak poin-poin mudah.

Statistik Kunci: Ibarra, Cooper, dan Dio Bersinar

Dewa United menutup pertandingan dengan akurasi 35 dari 78 tembakan (44 persen), cukup efektif berkat kontribusi kolektif para pemain intinya.

  • Joshua Ibarra mencatat double-double dengan 22 poin, 16 rebound, dan 5 assist.
  • Donell Cooper II nyaris mencetak triple-double lewat 10 poin, 14 assist, dan 9 rebound, berperan penting dalam mengatur tempo permainan.
  • Dio Tirta Saputra tampil panas dari luar garis tiga angka dengan 18 poin, termasuk empat tripoin dari enam percobaan.
  • Rio Disi menyumbang 19 poin, dengan 12 poin dicetak di kuarter kedua yang memicu momentum kebangkitan tim.

Hasil ini mengantarkan Dewa United ke papan atas klasemen sementara dengan rekor positif di awal musim.

Rio Disi Resmi Masuk 1.000 Points Club IBL

Kemenangan ini semakin spesial bagi Rio Disi. Guard Dewa United tersebut resmi menembus 1.000 Points Club IBL, sebuah pencapaian prestisius bagi pemain lokal. Poin ke-1.000 Rio tercipta di kuarter ketiga melalui layup hasil assist Donell Cooper II.

Rio kini menjalani musim keempat bersama Dewa United sejak bergabung pada 2024, setelah memulai karier IBL bersama West Bandits pada 2021. Performa konsistennya dalam dua musim terakhir juga mengantarkannya menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia.

Evaluasi Dini Hangtuah dan Sinyal Perubahan

Usai pertandingan, pelatih Hangtuah Jakarta, Wahyu Widayat Jati, tidak menutupi kekecewaannya. Ia menyoroti jumlah turnovers yang terlalu tinggi serta masalah disiplin dalam menjalankan skema permainan, terutama di babak kedua.

Menurutnya, Hangtuah gagal memanfaatkan keunggulan ukuran dan mismatch di area paint, serta terlalu sering memilih tembakan jarak jauh. Ketika tembakan tidak masuk, transisi bertahan pun tidak berjalan optimal. Coach Wahyu juga memberi sinyal akan adanya evaluasi dini, termasuk kemungkinan perubahan pada komposisi pemain asing, meski musim baru berjalan tiga pertandingan.

Tantangan Berikutnya Menanti Hangtuah

Hangtuah tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan ini. Mereka harus segera bersiap menghadapi RANS Simba Bogor pada laga berikutnya. Perbaikan penguasaan bola, komunikasi defense, dan konsistensi permainan akan menjadi fokus utama jika mereka ingin kembali ke jalur kemenangan.


Untuk melihat komposisi lengkap setiap tim dan memahami kekuatan masing-masing kontestan, Anda juga dapat membaca artikel roster lengkap seluruh tim IBL GoPay 2026 yang tersedia di situs kami.

Berita