• Home
  • Profil & Statistik
  • Daniel Salamena Meledak, Buffen Ukir Sejarah Triple-Double Beruntun Saat RANS Hancurkan Satya Wacana

Daniel Salamena Meledak, Buffen Ukir Sejarah Triple-Double Beruntun Saat RANS Hancurkan Satya Wacana

RANS Simba Bogor tampil dominan saat membungkam Satya Wacana Salatiga 93-63. Daniel Salamena mencetak poin tertinggi sepanjang kariernya di IBL, sementara KJ Buffen menorehkan sejarah dengan triple-double beruntun.

Daniel Salamena Jadi Kunci Keunggulan 30 Poin di Babak Pertama

RANS Simba Bogor langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak awal laga saat menghadapi Satya Wacana Salatiga di GOR Basket Prof. Susilo Wibowo (15/2). Momentum sepenuhnya berada di tangan tim tamu sejak kuarter pertama.

Daniel Salamena tampil luar biasa di first half dengan mencetak 17 poin, termasuk lima three point dari enam percobaan. Ia menjadi satu-satunya pencetak three point RANS di babak pertama, sekaligus menjadi faktor utama terciptanya keunggulan 30 poin (51-21) saat turun minum.

Secara kolektif, RANS mencatatkan akurasi 47% (18/38) pada dua kuarter awal. Selain Salamena, kontribusi signifikan datang dari:

  • Jabari Narcis: 10 poin dan 14 rebound (double-double di babak pertama)
  • Aaron Fuller: 10 poin
  • Kenyon Joseph Buffen: 9 poin, 7 assist, 3 steal

Sebaliknya, Satya Wacana mengalami kesulitan besar dalam penyelesaian akhir. Mereka hanya memasukkan enam tembakan dari 30 percobaan (20%). Kevin Kangu bahkan hanya memasukkan satu dari sembilan attempt di first half.

Head coach RANS, Agus Pamungkas Batbual, menegaskan pentingnya menjaga tempo:

“Kami ingin tetap push the tempo di babak kedua. Jangan beri kesempatan lawan bangkit. Kalau unggul besar, kami bisa rotasi pemain lebih cepat.”

Strategi tersebut terbukti efektif. RANS tidak pernah kehilangan kendali permainan hingga akhir laga.


KJ Buffen Cetak Sejarah: Triple-Double Dua Laga Beruntun

Babak kedua tidak mengubah jalannya pertandingan. RANS terus memperlebar margin dan akhirnya menang telak 93-63.

Sorotan utama jatuh kepada Kenyon Joseph Buffen yang mencatat:

  • 18 poin
  • 12 rebound
  • 13 assist

Ini menjadi triple-double ketiga musim ini di IBL GoPay 2026, sekaligus mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak triple-double dalam dua pertandingan berturut-turut sepanjang sejarah liga.

Buffen tampil sebagai motor permainan RANS — mengatur tempo, distribusi bola, sekaligus menjadi ancaman di kedua sisi lapangan.


Rekor Karier Daniel Salamena dan Dominasi Paint Area

Selain sejarah Buffen, Daniel Salamena juga mencatat rekor pribadi. Ia menyelesaikan laga dengan 22 poin, akurasi 8/11 tembakan, termasuk enam three point dari tujuh percobaan — performa terbaiknya sepanjang karier di IBL.

Kontribusi pemain asing RANS juga sangat solid:

  • Jabari Narcis: 21 poin, 16 rebound
  • Aaron Fuller: 19 poin, 6 rebound, 3 assist

RANS menutup laga dengan 32/70 field goals dan sempat unggul hingga margin 35 poin.

Di sisi Satya Wacana, Serhii Pavlov mencetak 24 poin, sementara Kevin Kangu bangkit di babak kedua dengan total 17 poin. Namun secara keseluruhan, inkonsistensi dan rendahnya efisiensi tembakan kembali menjadi masalah utama.


Dampak Klasemen dan Momentum RANS

Kemenangan ini membawa RANS naik ke peringkat kelima dengan rekor 4-5. Momentum positif ini penting menjelang rangkaian pertandingan berikutnya.

Sementara itu, Satya Wacana kini mencatat rekor 1-9 dan masih berada di papan bawah klasemen, hanya unggul satu tingkat dari Pacific Caesar Surabaya (0-10).

Jika RANS mampu menjaga konsistensi shooting dan dominasi paint area seperti laga ini, mereka berpotensi menjadi ancaman serius bagi tim papan atas di paruh pertama musim.

Berita