IBL GoPay 2026: Pemain Kunci Muncul, Ambisi Juara Menguat, Empat Tim Masih Tak Terkalahkan

Pekan kedua IBL GoPay 2026 menghadirkan banyak cerita penting: munculnya pemain pemecah kebuntuan, keputusan personal yang berdampak besar pada performa, perubahan status pemain kunci, hingga peta persaingan awal musim yang mulai terbentuk. Empat tim tampil tanpa kekalahan, sementara beberapa kontestan lain mulai mendapat tekanan serius.

Rajawali Medan Temukan Pemecah Kebuntuan di Tengah Rotasi

Rajawali Medan menjadi salah satu kejutan terbesar di awal musim IBL GoPay 2026. Di bawah arahan head coach Efri Meldi, tim yang musim lalu terpuruk kini tampil solid dan matang secara taktikal. Salah satu faktor kunci di balik performa tersebut adalah kedalaman skuad yang memungkinkan fleksibilitas dalam situasi sulit.

Nama Alexandro Manuel muncul sebagai contoh konkret. Saat Rajawali menghadapi Pacific Caesar Surabaya (18 Januari), tim sempat mengalami stagnasi permainan. Kondisi semakin menantang ketika Gede Elgi Wimbardi tampil di bawah performa terbaiknya.

“Hari ini Elgi sedang under perform, jadi saya butuh point guard yang bisa memecah kebuntuan. Dan Alex bisa melakukan itu,” ujar Efri Meldi.

Alex hanya bermain selama 12 menit, namun kontribusinya terasa signifikan. Lima poin, termasuk satu tembakan tiga angka krusial, cukup untuk mengubah momentum dan memberi ruang bagi Rajawali mengontrol pertandingan. Situasi ini menegaskan pendekatan Meldi yang menuntut seluruh pemain selalu siap, tanpa memandang status starter atau cadangan.


Yudha Saputera: Rehat Mental Sebelum Musim, Dampak Nyata di Lapangan

Berbeda dengan cerita taktik di lapangan, Yudha Saputera membawa sudut pandang personal yang tak kalah penting. Guard Satria Muda Pertamina Bandung tersebut memilih mengambil jeda mental sebelum musim IBL 2026 dimulai dengan melaksanakan ibadah umrah.

Keputusan ini diambil setelah jadwal padat sejak awal karier profesionalnya, termasuk membela tim nasional Indonesia di SEA Games Thailand 2025.

“Sejak rookie, agenda basket saya selalu padat. Sebelum musim ini dimulai, saya ingin sedikit rehat dan menenangkan diri,” kata Yudha.

Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari manajemen dan staf pelatih Satria Muda. Hasilnya terlihat jelas: Yudha tampil lebih segar secara mental dan konsisten di awal musim, menjadi bagian penting dari start sempurna tim Kota Kembang.


Dame Diagne dan Status Lokal: Motivasi Baru untuk Ambisi Lama

Perubahan status Dame Diagne menjadi pemain lokal Indonesia membawa dampak strategis bagi Satria Muda Pertamina Bandung. Keputusan resmi FIBA pada 11 Desember 2025, yang dikukuhkan oleh DPP Perbasi, membuat Dame tidak lagi masuk kuota pemain asing.

Bagi Dame, ini bukan sekadar administrasi, melainkan dorongan emosional dan profesional.

“Menjadi pemain lokal Indonesia merupakan kebanggaan besar bagi saya. Bermain untuk Satria Muda di Bandung memberi motivasi tambahan untuk terus belajar dan membawa tim ini meraih gelar juara,” ujarnya.

Dengan status tersebut, Dame memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dengan pemain lokal lain. Di tim dengan tradisi juara seperti Satria Muda, kehadiran Dame sebagai pemain lokal memberi fleksibilitas rotasi sekaligus memperkuat identitas tim.


Empat Tim Tak Terkalahkan hingga Pekan Kedua: Peta Kekuatan Mulai Terbaca

Memasuki pekan kedua IBL GoPay 2026, klasemen sementara mulai menggambarkan arah persaingan. Empat tim masih mencatat rekor sempurna tanpa kekalahan:

Satria Muda Pertamina Bandung (3–0)

Satria Muda membuka musim dengan tiga laga tandang dan menyapu bersih semuanya. Produktivitas 84,7 poin per gim menjadikan mereka salah satu tim paling efisien di awal musim. Kemenangan atas Tangerang Hawks, Satya Wacana, dan RANS Simba Bogor menegaskan kedalaman skuad serta kesiapan mental.

Rajawali Medan (3–0)

Rajawali tampil paling mengejutkan. Di bawah komando Brandone Francis dan sistem baru Efri Meldi, Rajawali menang beruntun atas Kesatria Bengawan Solo, Satya Wacana, dan Pacific Caesar—semuanya di kandang lawan. Transformasi dari tim papan bawah menjadi kontestan berbahaya terlihat sangat nyata.

Bogor Hornbills (3–0)

Hornbills menunjukkan konsistensi luar biasa, termasuk kemenangan overtime dramatis atas Hangtuah Jakarta. Rekor 2–0 di kandang dan 1–0 tandang menjaga asa mereka untuk kembali ke Playoffs, dengan pertahanan solid sebagai fondasi utama.

Pelita Jaya Basketball Jakarta (2–0)

Pelita Jaya langsung mengirim pesan kuat ke seluruh liga. Dua kemenangan tandang—98–82 atas Dewa United dan 93–53 atas Pacific Caesar—membuat mereka memimpin liga dalam rata-rata poin (97,0 PPG) dan rebound (48,0 RPG). Dominasi fisik dan tempo cepat menjadi ciri khas tim asuhan David Singleton.


Tim yang Masih Mencari Ritme

Di sisi lain, tidak semua tim memulai musim dengan mulus. Satya Wacana Salatiga belum meraih kemenangan dalam empat laga (0–4), sementara Kesatria Bengawan Solo dan Pacific Caesar Surabaya sama-sama membuka musim dengan tiga kekalahan beruntun (0–3). Meski demikian, musim masih panjang dan ruang evaluasi tetap terbuka.


Penutup

Pekan-pekan awal IBL GoPay 2026 memperlihatkan bahwa kedalaman skuad, kesiapan mental, dan fleksibilitas rotasi menjadi faktor penentu. Dari Rajawali yang menemukan pemecah kebuntuan, Satria Muda yang matang secara psikologis, hingga Pelita Jaya yang dominan secara statistik, arah persaingan mulai terbentuk sejak dini.

Untuk detail lengkap susunan pemain dan staf setiap tim, Anda juga dapat melihat daftar lengkap roster seluruh klub IBL GoPay 2026 pada halaman khusus kami.

Berita