Bogor Hornbills resmi mengumumkan kedatangan Antoni Erga sebagai bagian dari persiapan menghadapi IBL 2026. Kepindahan ini menjadi momentum penting bagi Erga untuk menghidupkan kembali perannya sebagai point guard utama setelah musim yang sulit bersama Satria Muda Pertamina Bandung.
Antoni Erga dan Langkah Baru Bersama Bogor Hornbills
Bogor Hornbills mengumumkan secara resmi bergabungnya Antoni Erga pada Kamis (25/12) melalui media sosial klub. Erga menjadi salah satu pemain yang dilepas oleh Satria Muda Pertamina Bandung jelang bergulirnya Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Selain Erga, Satria Muda juga berpisah dengan Kelvin Sanjaya dan Avan Seputra sebagai bagian dari perombakan skuad.
Bagi Antoni Erga, Hornbills akan menjadi klub ketiga sepanjang karier profesionalnya di IBL. Namanya pertama kali mencuat bersama Satya Wacana Salatiga, sebelum kemudian bergabung dengan Satria Muda dan bertahan selama empat musim kompetisi. Bersama Satria Muda, Erga merasakan atmosfer tim papan atas dan turut mengoleksi dua gelar juara IBL pada 2021 dan 2022.
Namun, peran Erga menurun signifikan pada musim IBL 2025. Ia lebih sering berada di bangku cadangan seiring dominannya Widyanta Putra Teja sebagai pelapis Abraham Damar Grahita, ditambah kehadiran Yudha Saputera yang semakin mempersempit peluang menit bermain. Sepanjang musim tersebut, Erga hanya bermain kurang dari delapan menit per laga dengan rata-rata 1,4 poin, 1,3 rebound, dan 1 assist per game.
Profil Singkat Antoni Erga
Antoni Erga lahir di Pangkalpinang pada 6 Mei 2000. Di usia 25 tahun, ia dikenal sebagai point guard dengan tinggi 179 cm dan berat sekitar 78 kg. Dalam beberapa musim terakhir, Erga identik dengan nomor punggung 1 dan berposisi sebagai pengatur serangan utama.
Perjalanan karier Erga di IBL mencerminkan transformasi peran yang signifikan. Bersama Satya Wacana Saints, ia tampil sebagai motor serangan utama. Pada musim 2021, Erga mencatatkan rata-rata 13,6 poin, 3,8 rebound, dan 3,1 assist per game—angka yang menempatkannya sebagai salah satu guard lokal paling produktif kala itu.
Saat bergabung dengan Satria Muda Pertamina Jakarta pada 2022, perannya berubah menjadi point guard sistemik. Ia lebih fokus pada distribusi bola, pengaturan tempo, dan kontribusi defensif. Dalam periode ini, Erga turut meraih gelar juara IBL 2022 dan menjadi finalis IBL 2024, meski menit bermainnya terus berkurang seiring ketatnya persaingan di roster.
Gaya Bermain dan Kekuatan Utama
Secara teknis, Antoni Erga dikenal memiliki basketball IQ yang baik. Ia mampu mengontrol tempo permainan dan relatif jarang melakukan turnover dalam skema half-court offense. Meski tidak bertubuh besar, Erga cukup efektif dalam penyelesaian di area dua poin, dengan persentase two-point mencapai 57 persen pada musim 2024.
Di sisi pertahanan, Erga merupakan guard yang agresif dan energik. Ia mampu menekan ball handler lawan sejak awal transisi dan memberikan kontribusi defensif yang sering kali tidak tercermin langsung dalam statistik. Pengalamannya membela tim nasional Indonesia, termasuk pada ajang FIBA Olympic Pre-Qualifiers 2023 dan basket 3×3, menambah nilai plus dari sisi pengalaman dan mental bertanding.
Peluang Besar di Bogor Hornbills
Bergabung dengan Bogor Hornbills dipandang sebagai langkah strategis bagi kelanjutan karier Antoni Erga. Hornbills saat ini membutuhkan kedalaman di posisi point guard, sesuatu yang membuka peluang menit bermain lebih besar bagi Erga. Selain itu, ia kembali berada di bawah asuhan Cesar Camara Perez, yang sebelumnya pernah menjadi asisten pelatih di Satria Muda dan memahami karakter permainan Erga.
Jika mampu mendekati performa terbaiknya seperti saat bersama Satya Wacana, Erga berpotensi menjadi salah satu guard lokal kunci di IBL 2026. Hornbills sendiri tengah membangun ulang kekuatan tim, dan kehadiran pemain berpengalaman seperti Erga bisa menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas permainan.
Menatap IBL 2026
Dengan statusnya sebagai salah satu guard lokal berpengalaman dan masih berada di usia produktif, Antoni Erga menjadi aset berharga bagi Bogor Hornbills. Musim IBL 2026 akan menjadi panggung pembuktian, apakah kepindahan ini mampu mengembalikan peran Erga sebagai pengatur serangan utama di liga basket Indonesia.


