IBL Tune Up Games 2025 menjadi gambaran awal peta kekuatan jelang bergulirnya IBL 2026. Tangerang Hawks tampil eksplosif dengan permainan cepat, sementara Dewa United Banten memastikan stabilitas tim lewat keputusan mempertahankan Joshua Ibarra sebagai pilar utama.
Tangerang Hawks dan Senjata Kecepatan di IBL Tune Up Games 2025
Tangerang Hawks Basketball menunjukkan identitas permainan yang jelas saat menghadapi Bogor Hornbills dalam ajang IBL Tune Up Games 2025, Kamis (18/12). Kemenangan 90–76 bukan sekadar hasil akhir, tetapi cerminan gaya bermain cepat yang berpotensi menjadi ancaman serius di IBL 2026. Dari total poin yang dicetak, Hawks menghasilkan 31 fast break points, sebuah indikator kuat bahwa transisi cepat menjadi kekuatan utama tim asuhan Antonius Joko Endratmo.
Sejak awal laga, Hawks mengontrol tempo permainan. Dominasi terlihat dari minimnya pergantian keunggulan, bahkan mereka sempat memimpin dengan margin hingga 25 poin (89–64) menjelang pertandingan berakhir. Efisiensi serangan juga menjadi faktor kunci, dengan 33 tembakan masuk dari 59 percobaan atau persentase field goal mencapai 55,9 persen.
Kontribusi dari perimeter tetap terjaga. Gabriel Batistuta Rizky mencetak 14 poin, termasuk tiga tembakan tiga angka, sementara Syadzili Aufa Rizal menambahkan 12 poin dengan dua three point. Kombinasi kecepatan, akurasi tembakan, dan disiplin transisi membuat Hawks terlihat matang meski kompetisi resmi belum dimulai.
Di sisi lain, Bogor Hornbills sebenarnya mampu menampilkan volume serangan yang cukup baik dengan 32 tembakan masuk dari 78 percobaan. Namun, minimnya kontribusi pemain lokal serta ketertinggalan sejak kuarter pertama (23–15) membuat Hornbills kesulitan membalikkan momentum. Tune Up Games ini menjadi bahan evaluasi penting bagi semua tim, mengingat IBL 2026 dijadwalkan mulai bergulir pada 10 Januari mendatang.
Joshua Ibarra Tetap Berseragam Dewa United untuk IBL 2026
Sementara itu, Dewa United Banten mengambil langkah strategis dengan memastikan Joshua Ibarra tetap menjadi bagian dari roster mereka di IBL 2026. Pengumuman resmi pada Senin malam (22/12) menegaskan bahwa sang juara bertahan mempertahankan fondasi kekuatan timnya.
Ibarra bukan sosok asing bagi Dewa United. Ia datang pada fase akhir musim reguler IBL 2025, ketika tim kehilangan Pape Malick Dime dan belum menemukan kecocokan dengan Bryan Carabali Porozo. Kehadirannya langsung memberi dampak signifikan. Dalam tujuh laga musim reguler, Ibarra mencatat rata-rata 15 poin, 12,6 rebound, dan 3,7 assist per pertandingan.
Performa tersebut meningkat di fase playoffs. Dalam sembilan laga, Ibarra membukukan 18,4 poin, 16 rebound, 3,4 assist, dan 1,7 steal per game. Puncaknya terjadi di IBL The Finals 2025, ketika ia mencatat rata-rata 17,7 poin, 14,3 rebound, 3,7 assist, 2 steal, dan 1,3 block per pertandingan, dengan efficiency per game 28,7. Angka-angka tersebut mengantarkannya meraih gelar IBL Finals MVP 2025.
Setelah musim berakhir, Ibarra melanjutkan kariernya di Meksiko bersama Fuerza Regia dan tetap menunjukkan konsistensi dengan rata-rata double-double, 12,3 poin dan 11,9 rebound per game dalam 14 pertandingan. Bagi Dewa United, mempertahankan Ibarra bukan hanya soal statistik, tetapi juga dampak defensif, kepemimpinan di paint area, dan kestabilan permainan di momen krusial.
Gambaran Awal Persaingan Menuju IBL 2026
Penampilan cepat Tangerang Hawks di IBL Tune Up Games 2025 dan keputusan Dewa United mempertahankan Joshua Ibarra menunjukkan bahwa persaingan IBL 2026 akan berjalan ketat sejak awal musim. Hawks berpotensi menjadi kuda hitam dengan gaya bermain cepat dan efisien, sementara Dewa United tetap menjadi tolok ukur kekuatan berkat konsistensi roster dan pengalaman juara.
Dengan liga yang semakin kompetitif dan jadwal yang padat, performa awal ini menjadi indikator penting bagi peta kekuatan musim depan. Untuk melihat bagaimana posisi masing-masing tim berkembang sepanjang kompetisi, pembaca dapat memantau pembaruan terbaru di halaman klasemen IBL 2026.


